a. Konsep Pendidikan Karakter
1. Pengertian Karakter
Menurut Muhclas Samani (2012: 41-44), karakter di maknai sebagai cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu dan bekerja sama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara.
Sebagaimana pula dikemukakan oleh para pakar yang lain dikutip oleh Muchlas Samani yaitu:
1. Warsono, karakter adalah prilaku yang tampak dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bersikap maupun dalam bertindak
2. Jack Corley, karakter adalah sikap dan kebiasaan sesorang yang memungkinkan ddan meempermudah tindakan moral
3. Scerenko, karakter sebagai atribut atau ciri-ciri yang membentuk dan membedakan ciri pribadi, ciri etis, dan kompleksitas mental dari seseorang, suatu kelompok atau bangsa
4. Winton, pendidikan karakter adalah upaya sadar dan sungguh-sunguh dari seorang gguru untuk mengajarkan nilai-nilai kepada siswanya
b. Nilai budi pekerti
Muchlas Samani juga meengemukakan ada beberapa butir jangkauan sikap dan prilaku yang harus ditanamkan pada diri seseorang manusia sebagai berikut
1. Sikap dan prilaku dalam hubungan dengan Tuhan yaitu, disiplin, beriman, bertaqwa, beerpikir jauh kdepan, beersyukur, jujur, pemaaf, dan pemurah.
2. Sikap dan perilaku dalam hubungan dengan diri sendiri yaitu, bekerja keras, berani mengambil resiko, berani bertanggung jawab, disiplin, berhati lemah lembut, bersemangat, berfikir positif, bijaksana, kerja sama, kreatif, menghargai waktu, dan lain sebagainya,.
3. Sikap dan perilaku dalam hubungan dengan keluarga yaitu, bbkerja keras, jujur, cermat, lugas, mengahargai kesehatan, menghargai waktu, tertib, pemaaf, pemurah, rasa kasih sayang, rela berkorban, hormat, amanah.
4. Sikap dan prilaku dalam hubungan dengan masyarakat dan bangsa yaitu, beekerja keras, berpikir jauh kedepan, bijaksana, cermat, cerdas, jujur, berkemaun keras, lugas, ssetia, mengahargai waktu dan kesehatan, pemurah , pengabdian, dan lain sebagainya.
5. Sikap dan prilaku dalam hubungan dengan alam sekitar yaitu, bekerja keras, berpikir jauh kedeepan, menghargai kesehatan, pengabdian.
Berdasrkan uraian tersebut di atas dapat diimpulkan bahwa nilai-nilai sikap dan perilaku tersebut merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh pendidik dan ditanamkan kepada anak didiknya. Jadi sikap dan perilaku dalam hubungan kita kepada Tuhan, diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa serta hubungan kita terhadap alam itu sangat penting bagi kita dan itu merupakan tanggung jawab kita dalam membentuk karakter anak didik untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional yaitu memiliki akhlakulkarimah yang senantiasa mendapa keridoan Allah SWT.
B. Dua puluh lima tips manuia kreati
Menurut pendapat Yoris Setiawan yang dikutip dari buku yang berjudul “101 Creative Notes”. Ada 25 tips kreatif yang ddapat menginspirasikan untuk melakukan hal-hal kecil yang bias memancing kreativitas.
Saya bisa
Ubah kebiasaan
Optimmis yang realistis
Kenapa tidak?
Berani salah
Ubah tujuan
Membaca
Simpan ide
Menguping
Hitung resiko
Orang baru
Pertajam kehalian
Apa passion anda
Dressed for success
Hal pertama
Mendengarkan
Ikut komunitas
Buku obrolan
Berdiam diri
Jauhkan jam
Berlibur
Banyak bertanya
Berani berimajinai
Bahagia
Berdoa
C. Strategi Pendidikan Karakter
Menurut Hisam Zaini dkk ada beberapa strategi untuk membudayakan pendidikan karakte yaitu:
1. Strategi Question Students Have (Pertanyaan Siswa)
Teknik ini merupakan teknik yang dapat dipakai untuk mengeetahui kebutuhan dan harapan siswa.
2. Instan Assessment (Penilaian Instan)
Ini adalah teknik yang menyenangkan untuk mengetahui siswa anda. Dengan strategi ini dalam waktu singkat dapat mengetahui siswa anda dari sisi latar belakang pengalaman, sikap, harapan, dan perhatian.
3. Listening Teams (Tim Pendengar)
Strategi ini membantu siswa untuk tetap konsentrasi dan focus dalam pembelajaran yang menggunnakan metode ceramah. Strategi ini bertujuan membentuk kelompok-kelompok yang mempunyai tugas tanggung jawab tertentu berkaitan dengan materi pelajaran
4. Synergetic Teaching (Pengajaran Bersinergi)
Ini adalah strategi yang menggabunngkan dua cara belajar yang berbeda. Stategi ini memberi kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi hasil berbagi hasil belajar dari materi yang sama dengan cara berbeda dengan membandingkan catatan.
5. Quideed Teaching (Pengajaran Terbimbing)
Dalam strategi ini, guru bertanya kepada siswa satu atau dua pertanyaan unntuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.
6. Active Debat (Debat Aktif)
Debat bisa menjadi satu metode berharga yang dapat mendorong pemikiran dan perenungan terutama kalau siswa diharapkan mempertahankan pendapat yang bertentangan dengan keyakinannya sendiri.
7. Point-Conterpoint (Debat Pendapat)
Strategi ini sangat baik dipakai untuk melibatkan siswa dalam mendiskusikan issu-issu komplek secara mendalam.
8. Strategi Snow Bolling (Bola Salju)
Strategi ini adalah lebih memotiasi siswa untuk mengembangkan informasi yang semulanya kecil menjadi informasi yang lebih besar.
9. Strategi Role-Play
Role play adalah suatu aktivitas pembelajaran yang terencana yang dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang spesifik.